Minggu, 18 Oktober 2015

Malamku Kelabu

Saat orang-orang sedang terlelap dan saat ini lah aku masih menangisi hariku yang tak pernah aku harapkan. Tak henti air mata ini membasahi pipiku. Aku tak ingin terus larut dalam kekecewaan yang diciptakan olehnya. Tapi tidak bisa. Entah mengapa kesalahan kesalahan besar itu selalu kuingat. 
Saat diri ini lemas tak berdaya diatas ranjanf rumah sakit, dirinya yang kuharapkan tak mengunjungiku sedetikpun. Bahkan untuk menanyakan kabar ku pun, ah entahlahhh. Katanya dia tidak berani untuk menampakkan batang hidungnya di rumah sakit. Namun saat aku kembali ke rumah, dia tetap tak datang.
Dan saat hari umurku menginjak angka 19 dia sama sekali tak datang mengunjungi ku. Ucapanpun tak keluar dari mulut manisnya.  Mungkin mulut manisnya hanya akan meluarkan kata-kata untuk wanita lain. Yang membuat semuanya semakin kacau saat ucapan kata dari sosial media ataupun bbm itu aku yang meminta langsung. 
Mungkin cuma aku, gadis yang meminta ucapan dari seorang laki-laki yang katanya sih pacarku. Apakah suatu saat aku harus meminta minta darinya? Jangan sampai yaAllah 😢

Tidak ada komentar:

Posting Komentar