Kamis, 26 Februari 2015

Bayanganku

Tengah hari yang panas, aku memulai aktifitasku. Menjalankan kewajiban atas apa yang telah aku pilih. Namun hari ini tidaklah seindah apa yang telah aku bayangkan. Aku membayangkan saat pagi membuka mata dirinya menghubunginku, menyenandungkan sebait lagu dengan suaranya, dan menanyakan Apa aktifitasmu hari ini? Dapatkah aku menemani menjalini kewajibanmu? 

Membayangi semua itu membuatku semakin tidak karuan menjalani hari ini. Ingin rasanya teriak menyalurkan kelelahan raga dan kepedihan hati ini. Argggggggh 

YaAllah, kuatkan aku menjalani semua ini sendiri tanpa bayang-bayang dirinya.

Inginku

Petang ini di kamarku yang sunyi, aku hanya dapat termenung diam dan perlahan mulai menulis kata-kata ini. Dengan ditemani lagu yang liriknya seperti ini "Salahkah bila diriku terlalu mencintaimu jangan tanyakan mengapa karna ku tak tahu. Akupun tak ingin bila kau pergi tinggalkan aku. Masihkah ada hasratmu tuk mencintaiku lagi" aku merenungkan perhatianmu yang perlahan memudar. 

Ku coba mulai menghubungi, terus dan terus aku hubungi nomor ponselmu tetapi tidak aktif. Inikah caramu menanggapi kekecewaan ku yang sudah dari dua hari yang lalu kau abaikan? Tahukah kamu? Aku hanya ingin kamu mengerti, memahami bahwa aku butuh kabar darimu. Jangan biarkan diriku terus menerus menunggumu. Hmmm... Mungkin ini hanya ego wanita yang keras kepala seperti diriku. Tapi itulah yang aku inginkan dan aku butuhkan.

Maaf... Saat ini aku hanya dapat berharap kau mengerti aku meskipun aku tidak mengertimu. 


Pesan dari wanitamu yang egois.