Waktu itu kamu mengatakan hal yang sangat tidak terduga. Awalnya aku aneh dengan semua itu. Aneh dengan perkataanmu yang menyukai dan nyaman denganku. Namun seiring berjalannya waktu, akupun merasakan hal yang berbeda. Kini setiap hariku selalu terselip ingatan tentangmu. Berharap kamu menghubungiku walau hanya melalui BlackBerry Messenger dan selalu menunggu tulisan "is writing a message" di ponselku. Apa arti semua ini? Apakah aku jatuh hati padamu? Yaa.. Mungkin aku jatuh hati padamu. Padamu yang selalu menanggapi kata-kataku yang menurut orang banyak terlalu puitis dan lebih tepatnya berlebihan. Aku menyadari jika kehadiranmu adalah semangat baru buatku. Kamu telah membuatku melupakan kenangan kelam masa laluku. Dan, kamu tahu apa? Kamu telah berhasil menarikku untuk selalu ingin dan berharap dengamu.
Tetapi setelah semua ini kamu raih, kamu perlahan pergi meninggalkanku dengan harapan-harapan ini. Tak bisakah kamu memberikan waktu sedikit lebih lama lagi untukku merasakan kenyamananmu? Jika kamu membaca ini semua, pasti kamu akan menjawab "Tak Bisa". Ada sebuah kenyataan yang harus aku sadari. Aku harus menyadari dari orang lain bahwa ternyata, kamu. Kamu menyukai sahabatku sendiri.
Kenyataan ini membuatku kecewa. Kamu membuatku kecewa. Haruskah aku menangis karena kecewaku ini? Sesungguhnya aku tak ingin mengetahui semua ini. Aku tak ingin mengetahui jika kamu sekarang telah menyukainya. Aku ingin kembali seperti saat aku terjatuh dan kamulah yang membangkitkan aku dari rasa sakit ini. Namun itu mustahil..
Salam sehangat selimut
untukmu yang harus aku lupakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar