Sabtu, 07 Maret 2015

Aku tak tahu ini apa

Pagi ini aku kembali memberikan dia kesempatan dan diapun kembali mengecewakan. Sekarang ini aku tak tau harus melakukan apa lagi. Aku hanya dapat menutupi tetesan air mata ini dibalik selimut. Ingin rasanya aku berteriak. Ingin aku mengatakan apa yang aku rasakan langsung dihadapannya. Tapi tidak mungkin. Semuanya hanya akan terpendam dalam hati. Tak mungkin lagi aku berharap dia hadir disini untuk meminta maaf langsung kepadaku. Aku hanyalah bagian dari hidupnya yang tidak penting. Aku hanyalah serpihan yang terselip. Kapanpun dia dapat membuang  diriku jauh jauh. Dari kehidupannya. 

Untukmu yang menganggapku tidak ada.

Kamis, 26 Februari 2015

Bayanganku

Tengah hari yang panas, aku memulai aktifitasku. Menjalankan kewajiban atas apa yang telah aku pilih. Namun hari ini tidaklah seindah apa yang telah aku bayangkan. Aku membayangkan saat pagi membuka mata dirinya menghubunginku, menyenandungkan sebait lagu dengan suaranya, dan menanyakan Apa aktifitasmu hari ini? Dapatkah aku menemani menjalini kewajibanmu? 

Membayangi semua itu membuatku semakin tidak karuan menjalani hari ini. Ingin rasanya teriak menyalurkan kelelahan raga dan kepedihan hati ini. Argggggggh 

YaAllah, kuatkan aku menjalani semua ini sendiri tanpa bayang-bayang dirinya.

Inginku

Petang ini di kamarku yang sunyi, aku hanya dapat termenung diam dan perlahan mulai menulis kata-kata ini. Dengan ditemani lagu yang liriknya seperti ini "Salahkah bila diriku terlalu mencintaimu jangan tanyakan mengapa karna ku tak tahu. Akupun tak ingin bila kau pergi tinggalkan aku. Masihkah ada hasratmu tuk mencintaiku lagi" aku merenungkan perhatianmu yang perlahan memudar. 

Ku coba mulai menghubungi, terus dan terus aku hubungi nomor ponselmu tetapi tidak aktif. Inikah caramu menanggapi kekecewaan ku yang sudah dari dua hari yang lalu kau abaikan? Tahukah kamu? Aku hanya ingin kamu mengerti, memahami bahwa aku butuh kabar darimu. Jangan biarkan diriku terus menerus menunggumu. Hmmm... Mungkin ini hanya ego wanita yang keras kepala seperti diriku. Tapi itulah yang aku inginkan dan aku butuhkan.

Maaf... Saat ini aku hanya dapat berharap kau mengerti aku meskipun aku tidak mengertimu. 


Pesan dari wanitamu yang egois.

Selasa, 30 September 2014

MIMPI

Mimpi
Dari sini aku berlari mengejarmu
Bersama egoku yang tidak dapat sepenuhnya aku kendalikan
Aku hanya dapat berharap
Berharap mimpi dapat menyambutku
Aku hanya dapat terdiam
Terdiam saat perlahan mimpiku menghilang

Salahkah aku bermimpi?
Ataukah mimpiku terlalu tinggi?
Tapi... Bukankah setiap insan berhak punya mimpi?
Ini semua hanya menjadi tanda tanya

Yaa Tuhan
Izinkanlah aku untuk memiliki mimpi baru
Mimpi yang dapat aku nikmati
Mimpi yang dapat aku banggakan

Kamis, 07 Agustus 2014

Kuawali Dengan Bismillah

Hi malam!
Aku merasa orang-orang lebih beruntung dariku. Orang-orang yang dengan mudahnya mendapatkan apa yang mereka inginkan, sedangkan aku. Oh tidak.. Sudah berkali-kali aku mengecewakan mereka yang aku sayangi. Dari snmptn, sbmptn, STAN, simak UI, smup UNPAD, dan kini aku kembali mengecewakan karena mendapatkan kenyataan aku tidak lolos UM UNDIP. Kegagalan kali ini semakin menguatkan dan meyakinkanku bahwa apa yang kuinginkan tidak selamanya selalu aku dapatkan. 

Mereka meyakinkanku, Allah akan memberikan apa yang hambanya butuhkan bukan apa yang hambanya inginkan. Aku menginginkan masuk fakultas teknik, tapi mungkin bukan itu yang aku butuhkan. Yaa.. Yang aku butuhkan itu mungkin di Universitas Pancasila. Alhamdulillah aku masuk menjadi mahasiswa baru fakultas farmasi di universitas tersebut. Ini merupakan salah satu dari banyaknya cita-citaku di waktu kecil. Menjadi seorang apoteker yang kelak akan meracik obat untuk kedua orang tuaku. 

Bismillah.. Semoga inilah jalan terbaik yang diberikan untukku. Doakan aku yaa semua.. Doakan agar kelak aku tidak selalu mengecewakan kalian orang-orang yang aku sayangi dan menyayangiku...

Minggu, 20 Juli 2014

KECEWA

Waktu itu kamu mengatakan hal yang sangat tidak terduga. Awalnya aku aneh dengan semua itu. Aneh dengan perkataanmu yang menyukai dan nyaman denganku. Namun seiring berjalannya waktu, akupun merasakan hal yang berbeda. Kini setiap hariku selalu terselip ingatan tentangmu. Berharap kamu menghubungiku walau hanya melalui BlackBerry Messenger dan selalu menunggu tulisan "is writing a message" di ponselku. Apa arti semua ini? Apakah aku jatuh hati padamu? Yaa.. Mungkin aku jatuh hati padamu. Padamu yang selalu menanggapi kata-kataku yang menurut orang banyak terlalu puitis dan lebih tepatnya berlebihan. Aku menyadari jika kehadiranmu adalah semangat baru buatku. Kamu telah membuatku melupakan kenangan kelam masa laluku. Dan, kamu tahu apa? Kamu telah berhasil menarikku untuk selalu ingin dan berharap dengamu. 

Tetapi setelah semua ini kamu raih, kamu perlahan pergi meninggalkanku dengan harapan-harapan ini. Tak bisakah kamu memberikan waktu sedikit lebih lama lagi untukku merasakan kenyamananmu? Jika kamu membaca ini semua, pasti kamu akan menjawab "Tak Bisa". Ada sebuah kenyataan yang harus aku sadari. Aku harus menyadari dari orang lain bahwa ternyata, kamu. Kamu menyukai sahabatku sendiri. 

Kenyataan ini membuatku kecewa. Kamu membuatku kecewa. Haruskah aku menangis karena kecewaku ini? Sesungguhnya aku tak ingin mengetahui semua ini. Aku tak ingin mengetahui jika kamu sekarang telah menyukainya. Aku ingin kembali seperti saat aku terjatuh dan kamulah yang membangkitkan aku dari rasa sakit ini. Namun itu mustahil..

Salam sehangat selimut
untukmu yang harus aku lupakan.

Jumat, 04 Juli 2014

Aku Pergi

Hari ini adalah hari yang kutunggu-tunggu. Karena hari ini aku akan bertemu teman-temanku termasuk kamu. Kamu yang terakhir kali aku temui dengan berbagai masalah yang kamu ciptakan. Aku berharap lebih pada hari ini. Berharap kamu datang bergabung bersama kehangatan temanmu dan temanku. Tapi semua ini tinggalah harapan, kamu tidak datang. Aku tidak tahu mengapa kamu tidak datang. Apakah kamu ingin pergi jauh dan berusaha tidak mengenalku? Yaa.. Mungkin itulah satu-satunya alasan yang masuk akal.

Kamu tidak pernah menganggapku ada. Kamu lupakan dan tinggalkan aku begitu saja tanpa rasa bersalah yang mendalam. Aku sadar. Aku bukanlah dia teman kecilmu yang sampai saat ini bersamamu. Aku bukanlah dia yang selalu ada di pikiranmu. Aku hanyalah robot mainanmu yang bisa kamu mainkan saat kamu kesepian dan tinggalkan begitu saja saat dia kembali disisimu.

Cukup sampai disini! Kini robot mainanmu akan pergi. Benar-benar pergi dari kehidupan nyatamu.

Salam semanis lolipop
dari aku yang pernah menyayangimu.